"Besok (14/7/2011) kita akan rapat di SMK 4 Bandung untuk menyamakan sikap menolak kegiatan PBN yang dilaksanakan di kamp TNI," ujar Ketua FKKS SMK Negeri Kota Bandung M Husni Thamrin usai konferensi pers di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Rabu (13/7/2011).
PBN sendiri dilaksanakan mulai hari ini (13/7/2011) hingga akhir September 2011 di kamp-kamp tentara seperti Secapa AD dan Rindam Bihbul. Berdasarkan jadwal, yang melaksanakan PBN kali ini adalah SMKN 11 Bandung dan SMAN 3 Bandung.
Pada PBN sendiri, setiap siswa dipungut bayaran sebesar Rp175 ribu. Dengan jumlah SMA Negeri dan SMK Negeri sebanyak 41 sekolah dan rata-rata siswa baru 40 orang per kelas, dana yang didapat sekitar Rp2,8 miliar.
"Kenapa tidak dilaksanakan di sekolah saja. Kita undang instruktur lalu kita bayar mereka, itu lebih baik," terangnya.
Selain itu, pihaknya sebagai komite sekolah tidak pernah dilibatkan dalam hal pelaksanaan PBN. Mereka hanya mengetahui pelaksanaan PBN saat diberikan jadwal pelaksanaan kegiatan.
"Ini sudah tidak benar, dan yang ikut rapat hanya Wakasek Kesiswaan. Selain itu, menurut informasi dari Fortusis, Kadisdik pun tidak tahu tentang kegiatan ini," tambahnya.
Sebagai bukti penolakan, pihaknya akan mengirimkan surat penolakan yang ditujukan kepada Kadisdik Kota Bandung dan diteruskan kepada Kabid SMA/SMK Disdik Kota Bandung.
"Kalau penolakan kita tidak ditanggapi, ya kita tidak akan kirimkan siswa," tandasnya. [gin]
Sumber
kok malah dibebankan kepada siswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar